Custom Search
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Berita Portal Dinas P2KA Way Kanan
Diolog Para Pejabat Pertahanan Forum Regional ASEAN PDF Print E-mail
Written by Heri Hidayat Makmun   
Sunday, 06 June 2010 21:16
Pertemuan dialog para pejabat Pertahanan Forum Regional ASEAN ( ASEAN SOM Working Group on Security Cooperation). Minggu (9/5) berlangsung di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta.

Pertemuan ini dipimpin Direktur Kerjasama Internasional Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkersin Ditjen Strahan) Dephan Brigjen TNI Djoko Sutrisno.

Tujuan diselenggarakan pertemuan untuk bertukar pikiran dalam menyikapi berbagai perkembangan global, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Asia Tenggara.   BACA SELANJUTNYA
 
Zone Euro Kritis PDF Print E-mail
Written by Heri Hidayat Makmun   
Monday, 24 May 2010 15:19

Oleh Heri Hidayat Makmun

EuroAliansi ekonomi Uni Eropa disatukan di bawah Perjanjian Maastricht pada 1992. Lembaga organisasi penting di dalam Uni Eropa adalah Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa, Dewan Eropa, Mahkamah Eropa, dan Bank Sentral Eropa. Terdapat pula Parlemen Eropa yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga negara anggota.

Kerjasama antar Negara tersebut menetapkan keputusan-keputusan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan di bidang-bidang lainnya lembaga-lembaga organ yang bersifat supranasional menjalankan tanggung jawabnya tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya. Kesepakatan yang paling fenomenal dalam sejarah Uni Eropa adalah terbentuknya mata uang bersama Uni Eropa, Euro.

Zone Euro merupakan kawasan dari Uni Eropa yang merupakan 16 negara-negara Eropa yang menggunakan mata uang bersama, Euro. Keenambelaas Negara tersebut yaitu: Jerman, Irlandia, Belanda, Perancis, Luxemburg, Austria, Finlandia, Belgia, Italia, Portugal, Spanyol, Yunani, Slovenia, Siprus, Malta, dan Slowakia. Selain itu ada tiga Negara kecil juga yang ikut menggunakan Euro, yaitu; Andorra, Monako, San Marino dan Vatikan. BACA SELANJUTNYA

Last Updated on Monday, 24 May 2010 15:21
 
Isu Kritis Batas Wilayah Indonesia PDF Print E-mail
Written by Heri Hidayat Makmun   
Monday, 24 May 2010 15:14

Belum tuntasnya penentuan garis batas suatu negara terhadap negara lain dapat berpotensi menjadi sumber permasalahan hubungan keduanya di masa datang. Di samping garis batas, masalah pelintas batas, pencurian sumber daya alam, dan kondisi geografi juga merupakan sumber masalah yang dapat menggangu hubungan antar negara.


Di kawasan Asia Tenggara, ketidakjelasan batas antar dua negara dialami oleh beberapa negara yang berbatasan, termasuk di laut Cina Selatan. Indonesia juga memiliki permasalahan perbatasan dengan negara-negara lain, terlebih lagi mengingat demikian luasnya wilayah darat dan perairan. Indonesia memiliki sepuluh negara tetangga yang berbatasan, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, India, Filipina, Vietnam, Papua Nugini, Australia, Palau dan Timor Leste.  BACA SELANJUTNYA
 
Penerapan Nomor Induk Kependudukan di Indonesia PDF Print E-mail
Written by Heri Hidayat Makmun   
Monday, 24 May 2010 15:17

Unik, Khas, Tunggal, dan Melekat Sepanjang Masa

Salah satu hal penting dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan adalah akan diberlakukannya nomor induk kependudukan (NIK). NIK yang nantinya akan terdiri atas 16 digit itu bersifat unik dan khas, tunggal, serta melekat pada seseorang (dan hanya pada orang itu) sepanjang masa. NIK akan dikenakan pada setiap orang ketika terdaftar sebagai penduduk Indonesia, dan NIK itu tidak dapat diubah sampai orang itu meninggal dunia.

Sesuai amanat Undang-undang Adminduk, ketentuan pemberlakuan NIK tersebut akan dijalankan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan pembangunan database kependudukan nasional, yang sangat erat kaitannya dengan keterbatasan kelembagaan, pendanaan, dan sumber daya manusia yang ada. Undang-undang Adminduk menuntut NIK sudah mulai diberlakukan secara nasional pada tahun 2011. Undang-undang Adminduk mengatur soal pengolahan informasi administrasi kependudukan, yang akan dikelola melalui sistem informasi administrasi kependudukan. Dengan system ini, database kependudukan akan selalu dimutakhirkan dan dijamin tingkat validitasnya. BACA SELANJUTNYA

 
Implikasi Proyeksi Penduduk: Akan Dibawa Kemana Indonesian? PDF Print E-mail
Written by Heri Hidayat Makmun   
Monday, 24 May 2010 15:11

Penduduk bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Penduduk yang be­sar dan berkualitas akan menjadi aset yang sangat bermanfaat bagi pembangunan, namun sebaliknya penduduk yang besar tapi rendah kualitasnya justru bisa menjadi beban yang berat.


Berbagai bukti empiris menun­jukan bahwa kemajuan suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan bukan oleh sumber daya alam­nya. Singapura, Hongkong, Korea, Taiwan, dan Jepang, dapat di­katakan miskin akan sumber daya alam. Tapi negara-negara itu maju pesat karena mempunyai kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Dan tetap terus-menerus melakukan investasi pembangunan yang memadai dalam bidang ini.

Kualitas penduduk Indonesia saat ini boleh dikatakan masih rendah. Berdasarkan survei UNDP (United Nation Development Programe, pada tahun 2003 kualitas sumber daya manusia yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (hu­man development index) Indonesia mempunyai rangking yang rendah: nomor urut 112 dari 175 negara di dunia.  BACA SELANJUTNYA
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 3 of 5

Login Form



Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday25
mod_vvisit_counterThis week33
mod_vvisit_counterLast week202
mod_vvisit_counterThis month128
mod_vvisit_counterLast month876
mod_vvisit_counterAll days11151

Online (20 minutes ago): 7
Your IP: 38.107.191.107
,
Today: Sep 05, 2010

Who's Online

We have 2 guests online